Showing posts with label Books. Show all posts
Showing posts with label Books. Show all posts

Thursday, 25 January 2018

[Book] Muslihat Musang Emas

Muslihat Musang Emas Muslihat Musang Emas by Yusi Avianto Pareanom
My rating: 5 of 5 stars

Waw.... Saya (((bergetar)))


Wednesday, 28 June 2017

[Book] Sihir Perempuan

Sihir Perempuan Sihir Perempuan by Intan Paramaditha
My rating: 4 of 5 stars

Jangan membacanya waktu tengah malam kalau tidak mau bulu kuduk meremang heboh, saya serius! Saya suka semua cerpennya, tapi ada beberapa yang sangat berkesan di hati:
1) Mak Ipah dan Bunga-Bunga
2) Jeritan dalam Botol
3) Darah

Saturday, 24 June 2017

[Book] Three Sisters

Three Sisters Three Sisters by Seplia
My rating: 4 of 5 stars

Beberapa tahun terakhir ini saya tidak banyak membaca novel metropop ataupun chick lit. Yah, jujur saja, sepertinya I grew out of the genre hehehe. Jadi ketika mengunjungi toko buku, saya tidak banyak melirik novel-novel macam ini. Untuk alasan yang saya sendiri sebenarnya tidak terlalu ingat, ketika melihat Three Sisters di toko buku, saya iseng melihat reviewnya di Goodreads, dan karena ratingnya yang cukup bagus, juga melihat blurb di cover belakang buku (kebetulan saya juga punya dua saudara perempuan xD), buku ini saya bawa ke kasir. And I did not regret that decision at all.

Plot yang menceritakan kehidupan tiga perempuan bersaudara yang tentu saja saling berkelindan, terasa begitu ringkas namun padat dan sarat isi. Masing-masing karakter dihadapkan pada berbagai masalah pribadi, dan melalui perjalanan yang sedemikian rupa sehingga akhirnya sampai pada penyelesaian masalah-masalah tersebut. Saya suka penggambaran perjalanan masing-masing karakter dalam menghadapi permasalahannya. I really enjoyed their thought process. Satu-satunya yang membuat saya mengerutkan dahi adalah beberapa typo dan kesalahan dalam kalimat, but I guess that's on the editor lol. All in all, bacaan yang compact dan highly enjoyable. Kudos untuk Mbak Seplia!

Wednesday, 19 April 2017

[Book] Happy Little Soul

Happy Little Soul Happy Little Soul by Retno Hening Palupi
My rating: 3 of 5 stars

"Your children will become who you are, so be who you want them to be." –David Bly

Sejak menjadi salah satu penggemar Kirana di Instagram, saya jadi merasa malas melihat anak-anak Instagram lain hahaha. Itu karena karakter dan kepribadian Kirana secara tidak sadar terpatri dalam kepala saya, dia sangat cerdas dengan perilaku yang juga baik untuk anak seumurannya. Hal itu membuat saya jadi agak sulit menikmati kelucuan anak IG lainnya karena tidak ada yang bisa menyamai Kirana. I mean, ya pasti memang tidak ada yang sama sih karena anak itu berbeda-beda, yang saya maksud lebih ke kecerdasan dan kepribadian tadi. Saya selalu merasa kagum setiap ada video baru yang diunggah Ibuk, wow, ada ya anak seperti Kirana. Jadi begini rupa anak yang penuh doa :)

Kemudian, mungkin seperti kebanyakan pengikut Ibuk di Instagram, dalam hati saya pun muncul keinginan untuk kelak mempunyai anak yang kemudian saya didik supaya dapat tumbuh menjadi seperti Kirana. Padahal saya sudah cukup menetapkan hati untuk bertendensi pada kemungkinan tidak menikah xD Nah, lho. Memang sebegitu dahsyatnya efek Ibuk dan Kirana.

Ketika muncul post Ibuk perihal buku Happy Little Soul, tentu saja saya langsung semangat. Buku berisi pengalaman Ibuk dalam merawat dan membesarkan Kirana sampai jadi seperti sekarang ini, pasti akan menarik dan berisi banyak tips dan trik yang bermanfaat. Dan memang benar, setelah membacanya saya jadi lebih punya gambaran pola didik seperti apakah yang dirasa cukup berhasil untuk diterapkan pada anak. Lewat buku ini, saya sedikit banyak bisa mengintip karakter Ibuk juga. Lagi-lagi membuat heran, Ibuk terasa begitu menyejukkan. Sure, she's not perfect. Nobody is. Tetapi Ibuk terus berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik, untuk dirinya sendiri dan tentu saja untuk Kirana.

Ibu saya sendiri adalah seorang pendidik PAUD, sehingga saya sedikit banyak tahu juga tentang dunia tumbuh kembang anak usia dini. Saya kerap mendapat cerita tentang bermacam-macam karakter anak usia balita, dan kadang saya sampai terkejut mendengarnya. In a bad way. Salah satu cerita yang paling mengejutkan adalah ada anak seumuran Kirana yang kerap mengeluarkan omongan bernada merendahkan orang lain. I was like, what???? Kok bisa?? Menurut saya, anak sekecil itu seharusnya bahkan tidak tahu konsep merendahkan orang lain. Seram sekali, dia belajar dari mana hal seperti itu? Apakah karena terbiasa melihat orang-orang di sekelilingnya melakukan hal tersebut? Ataukah dia belajar malah langsung dari orangtuanya? :(

Saya rasa banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari buku ini, dan siapapun akan dapat menikmatinya. Pengalaman-pengalaman Ibuk dan Kirana mungkin bisa membuka mata dan menginspirasi banyak orang. Betapa membesarkan anak merupakan suatu tugas yang mulia dan tidak main-main. Saya akan merekomendasikan buku ini ke orang-orang di sekitar saya, semoga akan banyak 'Kirana-Kirana' lain yang tumbuh besar esok hari. Love you, Baby Cat! Senang yaa, mau punya adik. Semoga Kirana dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan.

Monday, 27 March 2017

[Book] The Not-So-Amazing Life of @aMrazing

The Not-So-Amazing Life of @aMrazing The Not-So-Amazing Life of @aMrazing by Alexander Thian
My rating: 3 of 5 stars

Bought this book on a sale for only 10k. Yay for me x)
Anyway... Mungkin sudah ada 6 tahun saya mengikuti Alex di Twitter. Sejak saya masih SMA sampai sekarang, Alex dan tweets-nya masih terasa relevan. His writings are enjoyable, I'm sure of that. And honest. I think that's the most important thing, no? Saya menikmati kisah-kisah yang Alex tuangkan ke dalam buku ini, because through them I get to have a glimpse of yet so many kinds of people I didn't even know existed. In some ways, it taught us to appreciate other people more. To see them through the cover, and to find the true colors behind that.

[Book] Memoir of a So-Called Mom

Memoir of a So-Called Mom Memoir of a So-Called Mom by Poppy D. Chusfani
My rating: 2 of 5 stars

It was kind of entertaining to read. Tapi menurut saya bisa jadi lebih bagus lagi dari ini. Saya banyak setuju dengan opini dan cara berpikir Amelia, dan penulis menggambarkan dengan baik situasi sosial yang bisa dengan mudah saya temui di sekitar saya. It was honest. Agak ikut frustasi juga bacanya, betapa hidup adalah perjalanan yang panjang dan tidak mudah. Saya yakin banyak pembaca yang simpati dan bisa relate dengan kehidupan Amelia. Namun, latar waktu yang seringkali tidak jelas mengurangi keasyikan dalam membacanya, dan cerita yang memberikan kesan seperti monolog panjang untuk saya. I know the title says 'memoir', but still. I got bored after some time. Tetapi saya suka humornya! Kocak dan terasa nyata. I chuckled on some points reading this.

Sunday, 10 August 2014

[Book] Aku: Berdasarkan Perjalanan Hidup Dan Karya Penyair Chairil Anwar (1987)



Written by: Sjuman Djaya
Pages: 155
I got it from: pinjem dari Perpusda mBantul
Date I started reading: 9th of August 2014
Date I finished it: 9th of August 2014

-----

Mengingatkan pada apaaa?!? Yaaaa betooool, AADC. Hahahahaha. Kebayang kan Rangga baca buku ini sambil sesekali melirik sinis ke orang-orang yang lewat? Tentu saja aku kepengen baca ini gara-gara nonton film itu hehehehe, udah lama banget emang, tapi baru bisa baca tadi.

Ini sebenernya bukan novel, tapi screenplay yang dibuat oleh Sjuman Djaya yang sampe sekarang ga pernah jadi difilmkan karena beliau keburu meninggal. Padahal kalo dibikin wuiiiih bakal jadi salah satu masterpiece film Indonesia pasti! Soalnya Sjuman Djaya mengisahkan kehidupan Chairil lewat buku ini dengan mempesona dan menawan, pemilihan bahasa dan diksinya juga gak sembarangan. Bikin feel-nya dapet. Kelam dan muram.

Jujur aku ga terlalu suka sama karakter Chairil yang bohemian banget dan sesukanya gitu, tapi lumayan kagum siih ada orang seberani dia dengan nyali yang besar juga. Apalagi dia termasuk sastrawan legendaris yang karyanya terkenal. Beberapa puisi dia dimasukin ke sini, yang paling terkenal ya Aku itu... Sayang, salah satu puisi terakhir dia (yang juga favoritku sejak dibawain sama Banda Neira) Derai-Derai Cemara, cuman disebutin dan ga dicantumin isinya. Gapapalah, overall buku ini bagus banget dan wajib dibaca. Yah, sapa tau besok ada sutradara yang bisa mewujudkan mimpi Sjuman Djaya buat bikin film ini ya...


Aku

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

 
Derai-Derai Cemara

Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah




Karena cukup bikin ternganga....


Monday, 4 August 2014

[Book] duka-Mu abadi (2002)



Written by: Sapardi Djoko Damono
Pages: 52
I got it from: baca di Perpusda mBantul
Date I started reading: 4th of August 2014
Date I finished it: 4th of August 2014

-----

Entah kenapa duka-Mu abadi ini memberikan kesan yang lebih gelap sekaligus misterius dibanding Hujan Bulan Juni. Aku pribadi sih lebih suka yang Hujan Bulan Juni hehehe. Tapi suka juga lah yang ini :"> Beberapa puisi yang kusuka:

Kepada Istriku

pandanglah yang masih sempat ada
pandanglah aku: sebelum susut dari Suasana
sebelum pohon-pohon di luar tinggal suara
terpantul di dinding-dinding gua
pandang dengan cinta. Meski segala pun sepi tandanya
waktu kau bertanya-tanya, bertahan setia
langit mengekalkan warna birunya
bumi menggenggam seberkas bunga, padamu semata

Gerimis Jatuh
kepada: arifin c. noer

gerimis jatuh kaudengar suara di pintu
bayang-bayang angin berdiri di depanmu
tak usah kauucapkan apa-apa; seribu kata
menjelma malam, tak ada yang di sana
tak usah; kata membeku, detik
meruncing di ujung Sepi itu
menggelincir jatuh
waktu kaututup pintu. Belum teduh dukamu

Lanskap

sepasang burung, jalur-jalur kawat, langit semakin tua
waktu hari hampir lengkap, menunggu senja
putih, kita pun putih memandangnya setia
sampai habis semua senja



[Book] Aku Ingin Jadi Peluru (2004)



Written by: Wiji Thukul
Pages: 223
I got it from: pinjem Perpusda mBantul
Date I started reading: 28th of July 2014
Date I finished it: 3rd of August 2014

-----

Baca buku puisi kok lama bangeeeet? Hehehe, soalnya sempet kepending gitu deh bacanya jadi keliatan lama. Oke ini nggak penting. Lanjut.

Wiji Thukul memang fenomenal banget karena dia berani mengutarakan pendapatnya di masa pemerintahan yang you-know-how banget itu lah ya, sampe-sampe dia jadi korban penghilangan orang :(((  Nah, dalam kumpulan puisi ini dimasukkanlah puisi-puisi dia dari yang lama sampe puisi-puisi terakhir sebelum dia hilang. Sepertinya seluruh puisi dalam buku ini kurang lebih temanya sama, tentang suara rakyat kecil yang kerap kali tertindas dan tersiksa walau Indonesia (katanya) sudah merdeka.

Berapi-api dan menyimpan semangat yang menggebu, puisi-puisi Wiji Thukuk berhasil bikin aku ngrasa miris banget dalam hati membayangkan kehidupan yang disuarakannya melalui puisi-puisi tadi. Aduuuuh pokoknya kumpulan puisi ini harus dibaca generasi muda Indonesia, biar pada melek dan termotivasi untuk membangun Indonesia jadi lebih baik.

Wangun ra nek aku ngomong ngono? Huehuehue...

Puisi favorit ada beberapa, tapi aku kutip sedikit aja.

Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu

Apa gunanya ilmu tinggi
Kalau hanya untuk mengibuli

Apa gunanya banyak baca buku
Kalau mulut kau bungkam melulu

Di mana-mana moncong senjata
Berdiri gagah
Kongkalikong
Dengan kaum Cukong

Di desa-desa
Rakyat dipaksa
Menjual tanah
Tapi, tapi, tapi, tapi
Dengan harga murah

Apa gunanya ilmu tinggi
Kalau hanya untuk mengibuli

Apa gunanya banyak baca buku
Kalau mulut kau bungkam melulu

Peringatan

jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!
 
  

So, for the heartbreaking poems....



Saturday, 26 July 2014

[Book] Orang-Orang Bloomington (1980)



Written by: Budi Darma
Pages: 244
I got it from: pinjem Perpusda mBantul
Date I started reading: 25th of July 2014
Date I finished it: 26th of July 2014

-----

Hwooooo... Setelah lama aku bertanya-tanya tentang buku ini karena banyaknya pujian dan kritik positif kepadanya, akhirnya bisa baca juga. Jadi kebetulan banget sebenernya, kemaren siang mampir ke pusda buat membunuh waktu karena nungguin simbok yang ada urusan dan lama benjet gitu. Bweh, dah lamaaaaa banget rasanya ngga maen ke sana. Terakhir kapan ya... 

Anyway, langsung menuju rak sastra dong yaaaaaa, browsing lah daku. Sampeee tiba-tiba melihat harta karun ini teronggok di rak paling pojok gitu. Excited banget! Ambil deh trus aku baca sampe setengahnya dan kemudian aku terngantuk-ngantuk karena AC-nya yang bikin teler (--,) 

Kumcer ini berisi 7 cerita dengan judul nama-nama orang yang sekiranya berlaku penting dalam alur masing-masing cerita (Laki-Laki Tua Tanpa Nama, Joshua Karabish, Keluarga M, Orez, Yorrick, Ny. Elberhart, dan Charles Lebourne). Diceritakan dengan sudut pandang orang pertama 'saya' dalam semua cerita, bikin aku jadi mikir kalo ceritanya bisa aja berkesinambungan. Soalnya dari karakterisasi pun kukira si 'saya' ini nggak beda jauh satu sama lain dalam tiap kisah. Pokoknya 'saya' ini adalah seorang lelaki yang sering kali hidupnya sepi dan suram, penuh konflik personal, dan ingin tahu tentang urusan orang lain. Juga beberapa kali digambarkan bahwa dia seorang mahasiswa asing (mungkin karena latar belakang pengarang, di mana waktu nulis ini Budi Darma memang sedang berstatus mahasiswa juga di Bloomington) dengan hidup yang yahhhh datar-datar aja (kecuali di cerita terakhir, 'saya' ini sepertinya orang asli Amerika sana). Tapi, justru kehidupan orang-orang di sekitar si 'saya' ini yang terkadang unik menjurus aneh namun tetap berjalinan erat dengan realita. Well, at least that's how I see it.

Ceritanya mengalir tenang dan sering kali tiba-tiba menghanyutkan. Aku aja ngga sadar udah dua jam aja duduk di pusda baca buku ini. Karena.... Gimana yah, ada daya pikat tersendiri pada cerita-cerita dalam buku Budi Darma ini, jadi susah lepas kalo udah baca. Gaya ceritanya juga kayak gaya cerita buku harian gitu, mirip memoar kukira. Pantesan yaaa banyak dipuji dan dibicarakan orang, emang keren sih.

Ada beberapa quotes favorit tapi aku lupa nandai, jadi ini satu aja yang kuinget, dari Laki-Laki Tua Tanpa Nama:

Janganlah mengurusi kepentingan orang lain dan janganlah mempunyai keinginan tahu tentang orang lain. Hanya dengan jalan demikian, kita dapat tenang.

Tertohok ngga sih loooooo?! Hahahahaha. Semoga setelah ini quote di atas bisa kuterapkan pada hidupku. Atas masterpiece Orang-Orang Bloomington ini, I will give....

Tuesday, 15 July 2014

[Book] Gadis Paling Badung di Sekolah (1940)



Written by: Enid Blyton
Pages: 215
I got it from: hasil ngglathaki shopping belakang tamanpintar, dapet goceng saja~
Date I started reading: 9th of July 2014
Date I finished it: 9th of July 2014

-----

Yak halowww setelah absen selama beberapa hari karena tiba-tiba sakit jan wagu banget, AKU KEMBALI~~~ *dikeplaki* Huehuehue. Oke. Akhirnya aku baca juga bukunya Enid Blyton setelah dari kecil cuman bisa denger tentang Lima Sekawan dari simbok (karena simbok jaman nom-noman bacaannya itu) dan sering liat bukunya di perpus Bantul tapi ga ada gairah untuk menyentuhnya heheh. Eh itu taun 1940 terbit aslinya lhoo, my copy sih published in the '80s gitu.

Elizabeth Allen adalah seorang anak gadis yang manis dan cerdas banget sayangnya nakalnya turah-turah sampe-sampe udah ganti guru pribadi berapa kali sendiri karena pada ngga tahan ngajar dia. Orangtuanya pun stres juga punya anak kayak begitu dan mereka memutuskan untuk mengirim Elizabeth ke Whyteleafe, sekolah asrama yang ternyata waw banget. Awalnya jelas lah Elizabeth mutung, sampe dia juga berniat jadi anak yang nakal banget biar dikeluarin dari Whyteleafe. Tapiii banyak hal di Whyteleafe yang sangat menarik dan memikat Elizabeth dan dia pun dilema, apalagi dia udah terlanjur disebelin sama temen-temennya karena nakal...

Nah pokoknya asik banget novel ini! Diceritakan dari sudut pandang seorang anak luar biasa kayak Elizabeth dengan segala kemelut hatinya, top abis! Novel anak-anak yang orang dewasa pun harus baca, apalagi orangtua. Hanyut banget deh aku bacanya, terpesona juga sama sistem sekolah Whyteleafe yang keren gitu kebijakannya. Ahhhh kapan ya Indonesia punya sekolah kayak begitu? Pasti generasi ke depannya makin bagus bukannya makin bobrok kayak jaman sekarang gini :<

Enid Blyton rocks! Walo menurut artikel yang kubaca novel-novel dia itu dituduh sexist, racist, apalah... Aku ngga percaya. Karena setelah baca novel ini aku tau kalo dia itu penulis yang amazing. Baca novel dia pasti positifnya banyak banget kok, yakiiin. Hmm oya menurutku sih, pada novel yang kubaca, terjemahannya kurang sip. Banyak kata-kata yang diterjemahkan dengan terlalu kasar untuk dibaca anak-anak ('tolol' used waaaay too many times). Tapi mungkin gara-gara itu juga kali ya novel dia dikata aneh-aneh. Maybeee... Yang pasti aku sih enjoy-enjoy aja. Tetep keren abis menurutku.

Ratingnyaaaaaah...


Monday, 7 July 2014

[Book] The Demigod Diaries (2012)


Written by: Rick Riordan
Pages: 338
I got it from: my youngest sister as a present for my 18th birthday
Date I started reading: 4th of July 2014
Date I finished it: 5th of July 2014

-----

Astagaaaa... Setelah setaun nangkring di rak buku, baru deh aku sentuh beberapa hari yang lalu. Hehehe. Dan ternyata itu adalah keputusan yang salah karena aku melewatkan ke-awesome-an Rick Riordan dalam bercerita mengenai mitologi Yunani selama setaun ini! 

Yap. Aku sendiri udah habis melahap seri Percy Jackson 4 taunan yang lalu. Langsung semua seri aku beli karena terlanjur cinta sama gaya bercerita dia yang asik bangeuuud. Apalagi dia memelintir mitologi Yunani, yang notabene aku sukaaaaak banget dari dulu, untuk kemudian di-mix dengan kegaulan anak remaja jaman sekarang. Gilak keren banget lah dia pokoknya. Bahkan seri Percy Jackson sendiri udah aku baca beberapa kali saking kerennya hahaha. Sayang, ada 2 buku yang ketlingsut gitu gatau di mana ;(

The Demigod Diaries ini berisi empat cerpen terpisah gitu ya (Buku Harian Luke Castellan, Percy Jackson dan Tongkat Hermes, Leo Valdez dan Misi Menemukan Buford, Putra Sihir), mengikuti seri Percy Jackson, dan pembuka seri The Heroes of Olympus. Ya walopun emang ini diterbitin setelah novel kedua seri The Heroes of Olympus, setting waktunya dibikin buat sebelum petualangan seri itu dimulai. Cerpen favoritku adalah Buku Harian Luke Castellan hehe, di mana kita diajak untuk mengetahui isi hati Luke sebelum dia jadi jahat, waktu dia masih berjuang sama Thalia dan menemukan Annabeth pertama kali. Ternyata dia orangnya baek dan kocak lho, sayang jadi jahat hih. Padahal ganteng pula di filmnya :|

Membaca The Demigod Diaries ini menyeret aku kembali ke empat tahun lalu, di mana aku yang masih remaja tanggung jatuh cinta sama Percy, Annabeth, Grover, bahkan Luke hehehe. Bikin aku inget lagi kenapa dulu aku suka banget sama seri Percy Jackson, bikin inget juga how bloody awesome Rick Riordan is. Oya, cerpen terakhir bukan karangan Rick, tapi bikinan anaknya, Haley Riordan (sebaya sama aku). Hmm okelah lumayan buat ukuran anak umur 16 tahun (waktu nulis itu). Haley inilah yang jadi inspirasi Rick buat bikin seri Percy Jackson, dia juga disleksia gitu dan mirip Percy lah pokoknya.

Hmmmm jadi pengen kembali mengikuti novel-novel Rick Riordan deh. Mungkin habis ini aku bakal nabung buat beli seri The Heroes of Olympus sama The Kane Chronicles. By the wayyy aku berhenti ngikutin novel dia karena sibuk jadi cewek ndableg di SMA huahuahuahahahaha...

Fun fact, desain sampul edisi ini ternyata bikinan Mas Sweta Kartika! Ituloh komikusnya NusantaRanger yang awesome banget turah-turah~~ Emang sangar banget lah dia. Canggiiiih abis.

So here's my rating...