Friday, 1 September 2017

Movie Diary – August 2017 (8)

Princess Mononoke (Hayao Miyazaki, 1997)

Pertama kali banget nonton ini, kemaren bareng ama Dian, Nung dan Mas Egha. Sekali lagi, thanks to World of Ghibli Jakarta~ Majestic banget ya filmnya, seru. Animasinya bagus dan detail, karakternya unik-unik, plotnya menarik dan filosofis.

Hor Taew Tak (Poj Arnon, 2007)

Baaaaaaajilaaak, iki filem uwopooo?!?!?! Baru ini aku nonton sesuatu nganti mumet wkwkwkw, tenan rangapusi. Film paling racetho yang kutonton sampe hari ini keknya. Kukira bakal kaya Ghost Ship kan, at least enjoyable dan isinya ngakak-ngakak. Ada sih di sini scene yang bikin ngakak, tapi dikit, banyakan bikin poosheeengggg. Nontonnya bareng Dian ama Nung waktu sleepover. Gagal total. Selese nonton trus betek.

Guardians of the Galaxy Vol. 2 (James Gunn, 2017)

Alah... Sedih w si Chris Pratt cerai ama Anna Faris :((( Soalnya w agak mengikuti kehidupan mereka hwkwkwkw jadi ikut sedeh deeeeh. Mana beberapa waktu lalu sebelum cerai si Chris sempet nongol di seriesnya Anna, Mom. Jadi romantic interestnya pula walo cuma satu episot T_T Eniwe... Ya seperti byasalah ya film MCU selalu enjoyable gitchu. Mana endingnya sedih... Alaaaaah sedih ae terosssss. (Btw dua kali nonton ini dalam sebulan)

Tuesday, 1 August 2017

Movie Diary – July 2017 (8)

Ponyo (Hayao Miyazaki, 2008)

Bisa nonton Ponyo di layar lebaaaar aaaaaaaaa <3 Again, thanks to World of Ghibli Jakarta! Salah satu film fav akooohhh, laut ikan ikan nak kecil lutjuk aaaaiiiiiihhh, what's not to love??

Spider-Man: Homecoming (Jon Watts, 2017)

Ga inget nonton ma sapa ya.... Apakah sama si nganu lagi? Ato sama AVGRS? Yah pokoknya nonton di beoskop sik. Seperti film MCU lainnya, yaaa jelas enjoyable. Bonus bikin eike excited, ada Childish Gambino/Troy ama Gilfoyle nongol wkwkwkwkwkwkw senang kali liat mereka doang. After credits-nya resek. Hih.

The Invisible Guest (Oriol Paulo, 2016)

Penasaran pingin nonton karena ada yang ngetwit review tentang film ini, trus katanya penuh plot twist karena khasnya si sutradara mang begitu. Waduuuuu, tida bisa tida nyoba nonton. Dan beneran dong....banyak plot twist, ga cuma di ending. Gripping dan intriguing sekaliiii untuk dinikmati penyuka misteri/thriller kek aq ini. Definitely worth to watch. Ingin coba film dia yang lain deh besok-besok.

Saturday, 1 July 2017

Movie Diary – May & June 2017 (8)

The Pacifier (Adam Shankman, 2005)

Rewatch sik, dulu banget jaman nom-noman udah pernah nonton. Kok dulu kayak, lucu dan menyenangkan gitu ya nontonnya. Sekarang usia segini ngulang nonton...meh banget aja gitu rasanya. Bulan Mei nonton ini doang hahaha payah abis. Karena lagi magang sik, pulang-pulang capek, mau ngapa-ngapain lagi malas.

Get Out (Jordan Peele, 2017)

Sebenernya udah kena spoiler sejak lama wkwkwk, jadi mau nonton agak nunda-nunda gitu. Ketika akhirnya nonton....di awal film malah heboh denger Redbone-nya Gambino xD Nga nyangka sih si Jordan Peele bisa bikin film thriller gini, abis tontonanku Key & Peele, you get the idea lah ya wqwq. Ada momen-momen yang bikin deg-degan... dan penasaran walau udah tau ceritanya. Pantes lah ya ratingnya bagus di mana-mana.

Hasan Minhaj: Homecoming King (2017)

Ini technically bukan film sih, tapi stand-up comedy special-nya Netflix. Karena bisa di-log di Letterboxd masukin sini sekalian deh hwekekeke. Ini kali pertama aku nonton stand-up comedy special dan pertama kenal Hasan Minhaj, tapi dalam hitungan menit aku langsung jatuh cinta ama Hasan bhai!!! It was so freakin good!!!! SO GOOOD!!!!!! Bahannya padahal ya dari kehidupan pribadi dia sendiri, cerita jaman dari kecil sampe dewasa. Dah gitu aja. Tapi paraaaah kocak dan ngena banget! Lucu geblek, tapi juga heartbreaking, manis, tapi juga ada pahitnya. Pokoknya seimbang. Susah lho stand-up comedy tuh, harus cerdas kan kalo mau jadi comic. Apalagi kalo bisa bikin jokes yang ga seksis dan ignorant, widiiih ntap abis. Soalnya pengalaman nonton komika endonesa live, ada beberapa yang bikin w jijik materinya. Guyon seksis dan yang merendahkan orang gampang banget keluar, dan seremnya yang ketawa banyak oemjih. Brarti mang society sini masih seksis dan shallow (walo jelas ngga seluruhnya), swerem abis. Itulah ngapa aku saat ini lebih banyak nonton komedi dari luar, lelah sama komedi dalam negeri. Memang ada yang ga kaya gitu, tapi dah kebacut tenggelam di lautan yang tiada berdasar ini wqwq. Suka banget sama jokes luar, witty gitu lho. Smart. Bisa bikin ngekek rauwis-uwis tanpa menjadi seksis atau merendahkan. Intinya materi Hasan bhai di sini bagus banget sumpah aku gangerti lagi, semua orang harus nonton!!!! Kalo nga nonton rugi bandar gilaakkk.

Wednesday, 28 June 2017

[Book] Sihir Perempuan

Sihir Perempuan Sihir Perempuan by Intan Paramaditha
My rating: 4 of 5 stars

Jangan membacanya waktu tengah malam kalau tidak mau bulu kuduk meremang heboh, saya serius! Saya suka semua cerpennya, tapi ada beberapa yang sangat berkesan di hati:
1) Mak Ipah dan Bunga-Bunga
2) Jeritan dalam Botol
3) Darah

Saturday, 24 June 2017

[Book] Three Sisters

Three Sisters Three Sisters by Seplia
My rating: 4 of 5 stars

Beberapa tahun terakhir ini saya tidak banyak membaca novel metropop ataupun chick lit. Yah, jujur saja, sepertinya I grew out of the genre hehehe. Jadi ketika mengunjungi toko buku, saya tidak banyak melirik novel-novel macam ini. Untuk alasan yang saya sendiri sebenarnya tidak terlalu ingat, ketika melihat Three Sisters di toko buku, saya iseng melihat reviewnya di Goodreads, dan karena ratingnya yang cukup bagus, juga melihat blurb di cover belakang buku (kebetulan saya juga punya dua saudara perempuan xD), buku ini saya bawa ke kasir. And I did not regret that decision at all.

Plot yang menceritakan kehidupan tiga perempuan bersaudara yang tentu saja saling berkelindan, terasa begitu ringkas namun padat dan sarat isi. Masing-masing karakter dihadapkan pada berbagai masalah pribadi, dan melalui perjalanan yang sedemikian rupa sehingga akhirnya sampai pada penyelesaian masalah-masalah tersebut. Saya suka penggambaran perjalanan masing-masing karakter dalam menghadapi permasalahannya. I really enjoyed their thought process. Satu-satunya yang membuat saya mengerutkan dahi adalah beberapa typo dan kesalahan dalam kalimat, but I guess that's on the editor lol. All in all, bacaan yang compact dan highly enjoyable. Kudos untuk Mbak Seplia!

Thursday, 25 May 2017

Movie Diary – April 2017 (4)

Wow....cuma nonton 4 film wakakakakakaka payah abis. Tapi ga nyesel nih, bulan April-Mei isinya namatin Community. YANG MANA SANGAT AWESOME TUMPAH-TUMPAH. Cinta banget series ini aaaaaarrghghhhh sedih udah tamaaaattt :( tapi masih tetap berharap. #SixSeasonsAndAMovie

The Cabin in the Woods (Drew Goddard, 2012)

Yha akhirnya nonton ini...yang dulu kayaknya meledak banget ya? I like the premise. Dan aku penasaran pingin melihat demit yang lain siiih. Tapi tbh film ini ga terlalu memorable untukku, yang sampe aku terguncang dan inget-inget terus. Naah...it was just fine.

Spirited Away (Hayao Miyazaki, 2001)

No, of course this isn't my first time watching it. Spirited Away malah merupakan film Ghibli pertama yang kutonton dahulu kala, yang bikin aku jatuh cinta sama Hayao Miyazaki. Ini nonton di bioskop, thanks to World of Ghibli Jakarta!!! Senaaang bisa nonton di layar lebar! Sensasinya beda laaa. Nga sempat nonton Totoro tapi, karena bokek huhuhuhuhu. Harus liat Ponyo!

Alien (Ridley Scott, 1979)

Shame on me memang, baru nonton ini sekarang heuheu. Menegangkan jugak... Awalnya mang berasa agak snoozefest tapi habis itu bikin deg-degan. Suda donlot sekuel-sekuelnya. Ntar lah lanjut lagi. I need to see more of those creatures!

Sing (Michael Ocelot, 2016)

Lagu-lagunya ena didengerin, ceritanya yah buatku biasa aja.

Bulan Mei baru nonton satu cobak...mana cuma rewatch!!! And the month is ending already. Shame, shame, shame *bunyiin lonceng*

Wednesday, 19 April 2017

[Book] Happy Little Soul

Happy Little Soul Happy Little Soul by Retno Hening Palupi
My rating: 3 of 5 stars

"Your children will become who you are, so be who you want them to be." –David Bly

Sejak menjadi salah satu penggemar Kirana di Instagram, saya jadi merasa malas melihat anak-anak Instagram lain hahaha. Itu karena karakter dan kepribadian Kirana secara tidak sadar terpatri dalam kepala saya, dia sangat cerdas dengan perilaku yang juga baik untuk anak seumurannya. Hal itu membuat saya jadi agak sulit menikmati kelucuan anak IG lainnya karena tidak ada yang bisa menyamai Kirana. I mean, ya pasti memang tidak ada yang sama sih karena anak itu berbeda-beda, yang saya maksud lebih ke kecerdasan dan kepribadian tadi. Saya selalu merasa kagum setiap ada video baru yang diunggah Ibuk, wow, ada ya anak seperti Kirana. Jadi begini rupa anak yang penuh doa :)

Kemudian, mungkin seperti kebanyakan pengikut Ibuk di Instagram, dalam hati saya pun muncul keinginan untuk kelak mempunyai anak yang kemudian saya didik supaya dapat tumbuh menjadi seperti Kirana. Padahal saya sudah cukup menetapkan hati untuk bertendensi pada kemungkinan tidak menikah xD Nah, lho. Memang sebegitu dahsyatnya efek Ibuk dan Kirana.

Ketika muncul post Ibuk perihal buku Happy Little Soul, tentu saja saya langsung semangat. Buku berisi pengalaman Ibuk dalam merawat dan membesarkan Kirana sampai jadi seperti sekarang ini, pasti akan menarik dan berisi banyak tips dan trik yang bermanfaat. Dan memang benar, setelah membacanya saya jadi lebih punya gambaran pola didik seperti apakah yang dirasa cukup berhasil untuk diterapkan pada anak. Lewat buku ini, saya sedikit banyak bisa mengintip karakter Ibuk juga. Lagi-lagi membuat heran, Ibuk terasa begitu menyejukkan. Sure, she's not perfect. Nobody is. Tetapi Ibuk terus berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih baik, untuk dirinya sendiri dan tentu saja untuk Kirana.

Ibu saya sendiri adalah seorang pendidik PAUD, sehingga saya sedikit banyak tahu juga tentang dunia tumbuh kembang anak usia dini. Saya kerap mendapat cerita tentang bermacam-macam karakter anak usia balita, dan kadang saya sampai terkejut mendengarnya. In a bad way. Salah satu cerita yang paling mengejutkan adalah ada anak seumuran Kirana yang kerap mengeluarkan omongan bernada merendahkan orang lain. I was like, what???? Kok bisa?? Menurut saya, anak sekecil itu seharusnya bahkan tidak tahu konsep merendahkan orang lain. Seram sekali, dia belajar dari mana hal seperti itu? Apakah karena terbiasa melihat orang-orang di sekelilingnya melakukan hal tersebut? Ataukah dia belajar malah langsung dari orangtuanya? :(

Saya rasa banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari buku ini, dan siapapun akan dapat menikmatinya. Pengalaman-pengalaman Ibuk dan Kirana mungkin bisa membuka mata dan menginspirasi banyak orang. Betapa membesarkan anak merupakan suatu tugas yang mulia dan tidak main-main. Saya akan merekomendasikan buku ini ke orang-orang di sekitar saya, semoga akan banyak 'Kirana-Kirana' lain yang tumbuh besar esok hari. Love you, Baby Cat! Senang yaa, mau punya adik. Semoga Kirana dan keluarga selalu dalam lindungan Tuhan.