Thursday, 25 January 2018

Friday, 1 December 2017

Movie Diary – November 2017 (7)

Boy (Taika Waititi, 2010)

Kembali melanjutkan nonton filmografinya Taika~ Sebelumnya nonton Two Cars, One Night juga, tapi karena itu film pendek, nga kumasukin sini deh. Khusus feature film ja yhaaa. Taika tuh emang paling bisaaaaa, film drama yang sebenernya dengan undertone sedih dibikin tetep lucu dengan komedi khas dia. New Zealand cantik ya, pingin ke sana dan denger para penduduknya ngomong wkwkwkw. Ada beberapa bagian yang bikin ku nangisssss T_T

Marlina the Murderer in Four Acts (Mouly Surya, 2017)

Bisa nonton lebih awal dari jadwal tayang bioskop karena screening-nya JAFF xixixi, ntap! Bareng mb Marsha Timothy juga nontonnya lalu Q&A~ Sejak trailernya keluar wadawwww hati ini dagdigdug, apakah akan semenarik trailernya??? Ternyata....iya, and even better! Sinematografi dengan latar Sumba jelas indah pooool, plotnya gurrrrl power banget lah, sontreknya cem film-film western. Aku durung akeh nonton film western jadi ya gabisa turut berpendapat kira-kira sutradara siapa atau film apa yang jadi inspirasi, wes pokoke waaapik. Ada mas Anggun P. ternyata ikut main di sini wkekekek. Dulu ketemu dia waktu acaranya Lir, trus ngobrol-ngobrol ditanyain kuliah mana dsb. Kudos to mb Mouly Surya, semoga karya-karya selanjutnya makin mantap~

Raw (Julia Ducournau, 2016)

Dah tertarik wat nonton ini sejak keluar di lapakan dan banyak muvi blogger yang nge-review, tapi baca-baca review kritikus film di berbagai situs muvi kok pada bilang njijiki, trus yah jadi ragu dech karena kakean mikir. Akhirnya tertunda sampai akhir tahun ora sido nonton-nonton, trus pada suatu hari yaudah, fuck it lah pokoke arep nonton, menanamkan lagi pemikiran tiap w mau nonton film bergetih, "HALAH, MUNG FILM. MUNG SIRUP, MUNG JELLY, BYASA WAE" wkwkwkwkw hasil nonton BTS The Walking Dead lol (I think I've written about this before ya...everytime I want to watch film getih wkwkwk). And so I watched. Yaaa, ada bagian-bagian bergetih/berdaging jelas, tapi...ternyata ya emang byasa aja buatku scene-scene 'njijiki'-nya. Ga bikin mual. Film ini malah menurutku....cantik. Beneran! Ga serem blas. Pretty, and intriguing... (btw ku banyak pake kata cantik ya kayaknya wkwkwkw ya gimana, emang cantik bener. aesthetic gitu)

Wednesday, 1 November 2017

Movie Diary – October 2017 (10)

Pengabdi Setan (Sisworo Gautama Putra, 1982)

Nobar di kosan Dian bareng Nung juga dalam rangka persiapan nonton remake-nya kan... It was okay sih. Ya serem tapi ga seserem itu juga. Mungkin karena beda era juga sama diriku ya...ku tidak tumbuh dengan nonton film ini, jadi ya ga terkesan serem banget kayak yang mereka (orang-orang yang tumbuh dengan film ini) bilang.

Pengabdi Setan (Joko Anwar, 2017)

NAH INI BARU SEREM. Nonton bareng ama Nung dan Khrisna. Parah sih, aku pegangan dan ngerangkul Nung meleeee, Khrisna mo digeret-geret gabisa wong dia sendiri malah sembunyi di balik hoodie-nya. Taeeeee, lanang dewe padahal -_- Tapi asli, serem, soale deket dengan kehidupan nyata masyarakat endonesa kan. Selama 2 hari habis nonton film ini aku oraiso turu dengan lampu mati, kebayang. Hari-hari setelahnya bisa dimatiin, tapi lampu kamar mandi harus nyala. Hadeeeeh, segitu banget efeknya. Yha lebih karena aku jirih (tapi suka film horor) ajasih. Plotnya cukup menarik dan bikin penasaran lebih jauh sama back story-nya. Sinematografi pun ciamik rasanya. Lumayan mantap laaa~

Little Sister (Zach Clark, 2016)

Selalu suka film kayak gini, yang, yaudah, it's about life. It's real, dan digarap dengan bagus, plot ceritanya oke, akting oke, character development pun oke dan masuk akal. Ada quote dari ibunya si tokoh utama (mbak berambut pink di atas) di salah satu scene yang cukup emosyenel:
Colleen, when I was your age, I thought having a kid would make me an adult, that it was going to give me some kind of purpose, some sense of direction, but, um, it didn’t, not really. And neither did having another one. And, um, I got older, and there was more and more responsibility, and then that just never went away, and it got harder and harder, and… And, um… I found myself becoming very sad. And when I was at my saddest, I just wanted to go to sleep and not wake up, just sleep. And that didn’t happen either. No matter how hard I tried, I just kept waking up and waking up and waking up. And then I tried something different. I didn’t get that moment, Colleen, where everything was just suddenly okay. I don’t think those moments exist. I think all you can do is keep trying and hope that somehow trying can be good enough. 

Sunday, 1 October 2017

Movie Diary – September 2017 (3)

Baby Driver (Edgar Wright, 2017)

Sudah excited dengan film ini sejak trailernya keluar, anjaaayy keliatan exciting banget filmnya. Trus waktu akhirnya tayang, timlin twitter pun ramaai dengan puji-pujian sama film ini. Tapi yah w yang selalu bokek nga nuntun di beoskop dan nunggu torrent deh hwkwkw. Dan kemudian nontonlaah, pake earphone. Best decision everrrrr!!! Karena main musik banget emang ini film, waktu Baby ngelepas sebelah earphone dia, eh earphone w yang sebelah ikut mati dong suaranya, dll dsb masih banyak lagi awesome-nya permainan sound, musik, dan soundtrack dalam film ini. Film ini menghibur dan seru bwangattttt!!!! Ah pokoknya an exciting movie experience, indeed. (post ini ditulis setelah berita tentang Kevin Spacey keluar, waktu nonton belom muncul beritanya. aawww daaamn, kzl kali T_T ngapa sih dia harus kaya gitu?!?!? padahal eike ngefan abis sama dia. habis ada berita itu jelas langsung no no no more. tapi terbelah. habis aslinya mang good actor, but not a good human being yah--albeit it was allegedly in the past. gimana dong...)

The Big Sick (Michael Showalter, 2017)

W mau ngutip dari Rotten Tomatoes aja: Funny, heartfelt, and intelligent. Nonton jelas karena Kumail hwekekeke, dan Zoe Kazan pastinya. Mbak Zoe selalu lucuk yawlaaaa, awet muda banget. Kumail juga kocak seperti byasa. Gatau deh, sering nonton dia selalu dengan role komedi sih, belum lihat dengan peran serius deh kayaknya. Selain cerita tentang kisah cintanya ama sang (calon) istri, di sini Kumail menyuarakan juga sedikit banyak perjalanan personalnya dalam hal keyakinan. Satu adegan yang w merasa relate banget adalah ini, w kutipin aja dialognya di bawah but no, I'm not gonna elaborate further about my own personal belief here.

  • Kumail: You don't care what I think. You just want me to follow the rules. But the r... the rules don't make sense to me. I don't pray. I don't. I haven't prayed in years. I just go down there, and I play video games.
  • Kumail's dad: You don't believe in Allah?
  • Kumail: I don't know what I believe, Dad. I don't know.
  • ....
  • Kumail: I really appreciate everything you've done for me. I truly, truly, truly do. I really do. And I know Islam has been really good for you, and it has made you good people. But I don't know what I believe.I just need to figure it out on my own.

Close-Knit (Naoko Ogigami, 2017)

Akhirnyaaaaaa mb Naoko bikin film lagi setelah terakhir Rentaneko di tahun 2012. Butuh 5 tahun banget inih jangka waktu dari film sebelumnya?!?! Criiiii, ngga tau besok film dia selanjutnya keluar kapan dong T_T Anyway, dikabari film ini dah tersedia untuk diunduh sama Mai seorang kenalan di Twitter yang suka film-film Asia dan kebetulan tau kalo ku suka Naoko Ogigami. Trims Mai heuheu. Langsung lah donlot!!! Trus nontonnya nangis. Pedih hati ini bg. Bercerita tentang seorang anak gadis yang kepekso harus tinggal bareng omnya karena ibunya mbuh nendi suka ninggal-ninggal si anak. Om anak ini (adik ibunya) tinggal sama pacarnya, seorang transgender yang bekerja sebagai perawat di sebuah rumah jompo. Ku suka bangetttttt <3 Mungkin bias karena mb Naoko sutradara favorit, tapi mang cerita yang diangkat nyata dan jujur dan...it's just beautiful!!! Semakin ke sini semakin mantap pokoknya mb Naoko. Walo ceritanya gak se-quirky film dia lainnya karena lebih cenderung realis, tapi tetap mantap. Luv!

Friday, 1 September 2017

Movie Diary – August 2017 (8)

Princess Mononoke (Hayao Miyazaki, 1997)

Pertama kali banget nonton ini, kemaren bareng ama Dian, Nung dan Mas Egha. Sekali lagi, thanks to World of Ghibli Jakarta~ Majestic banget ya filmnya, seru. Animasinya bagus dan detail, karakternya unik-unik, plotnya menarik dan filosofis.

Hor Taew Tak (Poj Arnon, 2007)

Baaaaaaajilaaak, iki filem uwopooo?!?!?! Baru ini aku nonton sesuatu nganti mumet wkwkwkw, tenan rangapusi. Film paling racetho yang kutonton sampe hari ini keknya. Kukira bakal kaya Ghost Ship kan, at least enjoyable dan isinya ngakak-ngakak. Ada sih di sini scene yang bikin ngakak, tapi dikit, banyakan bikin poosheeengggg. Nontonnya bareng Dian ama Nung waktu sleepover. Gagal total. Selese nonton trus betek.

Guardians of the Galaxy Vol. 2 (James Gunn, 2017)

Alah... Sedih w si Chris Pratt cerai ama Anna Faris :((( Soalnya w agak mengikuti kehidupan mereka hwkwkwkw jadi ikut sedeh deeeeh. Mana beberapa waktu lalu sebelum cerai si Chris sempet nongol di seriesnya Anna, Mom. Jadi romantic interestnya pula walo cuma satu episot T_T Eniwe... Ya seperti byasalah ya film MCU selalu enjoyable gitchu. Mana endingnya sedih... Alaaaaah sedih ae terosssss. (Btw dua kali nonton ini dalam sebulan)

Tuesday, 1 August 2017

Movie Diary – July 2017 (8)

Ponyo (Hayao Miyazaki, 2008)

Bisa nonton Ponyo di layar lebaaaar aaaaaaaaa <3 Again, thanks to World of Ghibli Jakarta! Salah satu film fav akooohhh, laut ikan ikan nak kecil lutjuk aaaaiiiiiihhh, what's not to love??

Spider-Man: Homecoming (Jon Watts, 2017)

Ga inget nonton ma sapa ya.... Apakah sama si nganu lagi? Ato sama AVGRS? Yah pokoknya nonton di beoskop sik. Seperti film MCU lainnya, yaaa jelas enjoyable. Bonus bikin eike excited, ada Childish Gambino/Troy ama Gilfoyle nongol wkwkwkwkwkwkw senang kali liat mereka doang. After credits-nya resek. Hih.

The Invisible Guest (Oriol Paulo, 2016)

Penasaran pingin nonton karena ada yang ngetwit review tentang film ini, trus katanya penuh plot twist karena khasnya si sutradara mang begitu. Waduuuuu, tida bisa tida nyoba nonton. Dan beneran dong....banyak plot twist, ga cuma di ending. Gripping dan intriguing sekaliiii untuk dinikmati penyuka misteri/thriller kek aq ini. Definitely worth to watch. Ingin coba film dia yang lain deh besok-besok.

Saturday, 1 July 2017

Movie Diary – May & June 2017 (8)

The Pacifier (Adam Shankman, 2005)

Rewatch sik, dulu banget jaman nom-noman udah pernah nonton. Kok dulu kayak, lucu dan menyenangkan gitu ya nontonnya. Sekarang usia segini ngulang nonton...meh banget aja gitu rasanya. Bulan Mei nonton ini doang hahaha payah abis. Karena lagi magang sik, pulang-pulang capek, mau ngapa-ngapain lagi malas.

Get Out (Jordan Peele, 2017)

Sebenernya udah kena spoiler sejak lama wkwkwk, jadi mau nonton agak nunda-nunda gitu. Ketika akhirnya nonton....di awal film malah heboh denger Redbone-nya Gambino xD Nga nyangka sih si Jordan Peele bisa bikin film thriller gini, abis tontonanku Key & Peele, you get the idea lah ya wqwq. Ada momen-momen yang bikin deg-degan... dan penasaran walau udah tau ceritanya. Pantes lah ya ratingnya bagus di mana-mana.

Hasan Minhaj: Homecoming King (2017)

Ini technically bukan film sih, tapi stand-up comedy special-nya Netflix. Karena bisa di-log di Letterboxd masukin sini sekalian deh hwekekeke. Ini kali pertama aku nonton stand-up comedy special dan pertama kenal Hasan Minhaj, tapi dalam hitungan menit aku langsung jatuh cinta ama Hasan bhai!!! It was so freakin good!!!! SO GOOOD!!!!!! Bahannya padahal ya dari kehidupan pribadi dia sendiri, cerita jaman dari kecil sampe dewasa. Dah gitu aja. Tapi paraaaah kocak dan ngena banget! Lucu geblek, tapi juga heartbreaking, manis, tapi juga ada pahitnya. Pokoknya seimbang. Susah lho stand-up comedy tuh, harus cerdas kan kalo mau jadi comic. Apalagi kalo bisa bikin jokes yang ga seksis dan ignorant, widiiih ntap abis. Soalnya pengalaman nonton komika endonesa live, ada beberapa yang bikin w jijik materinya. Guyon seksis dan yang merendahkan orang gampang banget keluar, dan seremnya yang ketawa banyak oemjih. Brarti mang society sini masih seksis dan shallow (walo jelas ngga seluruhnya), swerem abis. Itulah ngapa aku saat ini lebih banyak nonton komedi dari luar, lelah sama komedi dalam negeri. Memang ada yang ga kaya gitu, tapi dah kebacut tenggelam di lautan yang tiada berdasar ini wqwq. Suka banget sama jokes luar, witty gitu lho. Smart. Bisa bikin ngekek rauwis-uwis tanpa menjadi seksis atau merendahkan. Intinya materi Hasan bhai di sini bagus banget sumpah aku gangerti lagi, semua orang harus nonton!!!! Kalo nga nonton rugi bandar gilaakkk.